Get paid To Promote at any Location
Showing posts with label bajaj. Show all posts
Showing posts with label bajaj. Show all posts

Thursday, March 24, 2011

Viar Minta Maaf kepada Yamaha karena Plagiat

PT Triangle Motorindo, produsen sepeda motor Viar di Indonesia, meminta maaf kepada Yamaha Motor Co Ltd karena melanggar Undang-Undang Desain Industri.
Dyonisius Beti, Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, menjelaskan, aksi plagiat ini sudah dilakukan sejak lama. Karena mengusik hak cipta milik Yamaha, prinsipal menyewa pengacara di Indonesia untuk segera mengatasi hal ini.
"Dari pelaporan ini, pihak kepolisian kemudian melakukan sidak ke pabrik Viar dan memang ditemukan beberapa produk hasil plagiat. Ini pelanggaran dan harus diselesaikan secepatnya. Kami harap Viar dan produsen lain tak lagi mengulangi hal ini," ujar Dyon kepada Kompas.com, kemarin malam.
Dyon menambahkan, Yamaha Jepang merupakan pemegang hak cipta produk-produk yang diproduksi di Indonesia. Pengurusan hak cipta ini menurutnya membutuhkan biaya yang tak sedikit karena melibatkan banyak pihak, mulai dari pendesain hingga pengurusan surat-surat resmi ke berbagai lembaga.
"Anggap saja ini teguran keras. Kami tak akan menuntut apa-apa. Cuma satu yang kami inginkan, tak ada lagi tindakan plagiat," ungkap Dyon.
Berdasarkan penjelasan, pabrik Viar digeledah tiga kali pada 20 dan 24 Agustus 2009 serta 1 Januari 2010. Dari penggeledahan diketahui, Viar melakukan tindakan memproduksi dan menjual model StarfitZ, StarZ, dan StarMX yang melanggar hak cipta. Pada penggeledahan tersebut, banyak unit StarfitZ dan StarZ disita oleh pihak berwenang.
"Kami secara tulus memohon maaf kepada Yamaha Motor Co Ltd pemilik hak desain industri tersebut. Kami juga memohon maaf kepada khalayak konsumen dan pihak-pihak yang terkait atas terganggunya pasar sepeda motor akibat kegiatan kami melanggar hukum," ujar Ignatius Kartiman, Presiden Direktur Viar, dalam keterangan resminya.

Wednesday, March 16, 2011

Pulsar 220: Kaya Fitur, Harga Bersaing!


PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) yakin, Pulsar 220 yang baru saja diluncurkan bisa bersaing di segmen premium sepeda motor nasional menghadapi Honda Tiger dan Yamaha Scorpio. Senjata utamanya, fitur yang kaya dan harga lebih kompetitif sampai Rp 6 juta-an. Pulsar 220 dibanderol Rp 18,6 juta on the road Jakarta.

Lampu Proyektor
Fitur-fitur menarik dari sepeda motor ini—beberapa di antaranya belum ditemukan pada pesaingnya—yaitu panel instrumen yang mengombinasikan peraga analog (tachometer) dan digital (speedometer). Informasi yang ditampilkan ialah dua trip meter, indikator bensin, kecepatan, saringan udara, suhu oli, volume oli, dan baterai.

Masih di panel instrumen, untuk keamanan, ditanamkan pula indikator standar samping yang menyala jika belum ditekuk ke dalam (saat berkendara). Lampu sein dilangkapi dengan sensor otomatis yang bisa mati setelah kita selesai membelokkan setang, mirip dengan yang digunakan pada mobil. Lainnya, lampu utama (headlights) bergaya proyektor mirip dengan yang digunakan mobil-mobil mewah keluaran terkini.

"Kami selalu memberikan nilai tambah lebih pada sebuah produk. Harga yang kami tetapkan untuk Pulsar 220 merupakan nilai paling pas untuk sebuah sepeda motor sport: jangan lebih mahal atau murah," papar Wakil Presiden Direktur BAI Dinesh Kulkarni.

Tanpa Kick Starter
Kendati punya banyak fitur, ternyata masih ada kebutuhan pengendara lain yang tidak dimiliki sepeda motor ini, yaitu starter kaki (kick-starter). Hampir semua sepeda motor sport di Indonesia menggunakannya. Konsumen Indonesia pun sudah terbiasa menggunakannya (terutama bila baterai soak).

Tanpa starter kaki, pengendara harus memberikan perhatian ekstra memerhatikan elemen baterai.


Spesifikasi Pulsar 220
Mesin
Tipe 1-sli, 4-langkah, pendingin udara
Diameter x langkah 67 x 62,4 mm
Kapasitas 220 cc
katup per silinder 2
Pasokan bahan bakar Karburator, UCAL UCD32
Perbandingan kompresi 9,5 : 1
Tenaga maks. 21,4 OS @8.500 rpm
Torsi maks. 19,12 Nm @7.000 rpm
Transmisi
Kopling Basah, pelat majemuk
Jumlah percepatan gigi 5
Pola perpindahan gigi 1 naik, 2, 3, 4 dan 5 turun
Perbandingan gigi primer 3,47 (66/19)
Perbandingn gigi akhir 2,571 (36/14)
Sasis
Suspensi depan
Teleskopik 130 mm
Suspensi belakang Nitrogen, travel 90 mm
Rem depan
Cakram 260 mm
Rem belakang
Cakram 230 mm
Ban depan 90/90x17" (tubeless, kompon lunak)
Ban belakang
120/80x17" (tubeless, komponen lunak
Tangki bensin
15 liter
Dimensi
Panjang 2.035 mm
Lebar 750 mm
Tinggi 1.165 mm
Jarak sumbu roda 1.350 mm
Jarak terendah 165 mm
Ketinggian sadel 795 mm
Berat 150 kg
Kelistrikan
Baterai 12 volt, 9 Ah
Lampu depan 55 watt
Lampu belakang LED

Wednesday, March 9, 2011

Klaim Top Speed, 144 Km Per Jam Tak Kesampaian



logan Pulsar 220 "Yang Suka Kencang..." langsung menarik perhatian KOMPAS.com saat peluncuran sekaligus menguji kemampuannya di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, kemarin. Bajaj juga mengklaim, Pulsar 220 bertenaga dan torsi paling besar di antara kompetitor di kelasnya, 20,4 PS. Kecepatan maksimumnya dipatok 144 km per jam (kpj).

"Kami sudah melakukan uji coba dan itulah hasilnya. Pulsar 220 punya tenaga dan torsi lebih besar," ujar Rizal Tandju, Asisten Manajer Pemasaran PT Bajaj Auto Indonesia.

Saat tes dimulai, puluhan wartawan yang ikut serta pada acara ini harus sabar mengantre. Maklum BAI cuma menyediakan tiga unit Pulsar 220.

Besar

Saat duduk di sadel dan memegang setang kemudi, kesan pertama, postur sepeda motor ini termasuk besar. Bahkan, tinggi tubuh 178 cm masih harus sedikit jinjit. Ketinggian sadel dari permukaan tanah, 795 mm, lumayan jenjang bagi kebanyakan orang Indonesia. Akibatnya, posisi sepeda motor sedikit miring ke kiri jika berpijak hanya dengan satu kaki.

Putar kunci kontak, tekan tombol “run engine” dan stater, mesin pun langsung menderu. Getaran mesin terasa lembut, tak terlihat gerakan pada spion yang bisa mengganggu pandangan.

Kencang
Tanpa ragu-ragu, grip gas langsung diputar setengah. Putaran mesin langsung “menclat" melewati angka 8.000 dengan speedometer menunjuk 31 kpj. Pindah ke gigi-2 mencapai 50 kpj dan dan ke-3, 89 kpj.

Akselerasi cukup mantap! Dengan mengonsentrasikan torsi antara 5.000 sampai 8.000 rpm, Pulsar ini cukup ideal sebagai sepeda motor turing atau harian dalam kota.

Dengan bobot pengendara 115 kg, sepeda motor ini hanya bisa dikebut 120 kpj. Kendati demikian, rekan-rekan media lain mengaku ada yang mencapai 137 kpj. Klaim BAI, 144 kpj, tidak tercapai!

Nyaman
Dengan bobot 150 kg (bersih) membuat kemampuannya dikebut di atas 80 kpj terasa ringan. Jarak sumbu roda yang panjang membuat sepeda motor ini nyaman saat bermanuver.

Meski menggunakan setang bergaya jepit, posisi mengendarai masih tinggi. Terasa stabil pada 60 kpj. Kerja rem juga meyakinkan. Setelah dikebut 120 kpj, untuk menikung, cukup menarik dan menekan tuas-pedal rem perlahan.

Kesimpulan
Kesimpulan, Pulsar 220 bisa dijadikan pilihan bagi bikers yang sangat mempertimbangkan harga! Penampilan sepeda motor ini tak kalah keren! Bagi mereka yang beraliran vintage akan menyukai sepeda motor ini. Sebaliknya, bagi mereka yang suka gaya temporer, malah sebaliknya.

Tuesday, March 8, 2011

Bajaj Pulsar 220 Dibanderol Rp 18,6 Juta


PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) resmi meluncurkan model baru Pulsar 220 ke pasar domestik Indonesia dengan banderol Rp 18,6 juta on the road Jakarta. Peluncuran yang dilakukan di sirkuit Sentul, Jawa Barat, hari ini (8/3), dibarengi dengan acara test ride.

Pulsar 220 merupakan produk tertinggi Bajaj di pasar Indonesia yang menyasar ke segmen menengah atas, melengkapi model yang sudah ada sebelumnya, seperti Pulsar 135 XCD, 180 dan 200. Sepeda motor jenis sport ini akan bersaing dengan rivalnya, Honda Tiger dan Yamaha Scorpio.

Bajaj membekali unit dengan mesin 220 cc berteknologi digital twin spark ignition (DTSi) bertenaga 21 PS pada 8.500 rpm dan torsi 19,12 Nm pada 7.000 rpm, yang mampu digeber 144 km per jam. Konsumen punya lima pilihan warna, hitam, biru, merah, silver, dan oranye.

Wakil Presiden Direktur BAI Dinesh Kulkarni, dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, hari ini, mengatakan, pertumbuhan pasar sepeda motor sport di Indonesia terus meningkat. "Kami terus mengembangkan Pulsar dan khusus yang 220 baru menaikkan standar, performa, dan menjadi sepeda motor terkuat dan tercepat di kelasnya," ujarnya.

Pulsar 220 akan dirakit di pabrik BAI di Cikarang, Jawa Barat, mulai tahun ini. Jika dilihat dari harga yang ditawarkan, Pulsar 220 menjadi alternatif pilihan yang kompetitif dibandingkan dua rivalnya. Sekadar untuk perbandingan, per Maret 2011, Honda Tiger dibanderol Rp 24,9 juta dan Yamah Scorpio Rp 23,75 juta. Nah, tinggal Anda yang memilih, mau teknologi Jepang atau India?!

Thursday, March 3, 2011

Bajaj Siapkan Pulsar 250


i Indonesia, PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) baru mengumumkan rencananya memasarkan Pulsar 220 awal tahun ini. Tapi di India, prinsipal Bajaj Auto malah tengah menyiapkan model baru Pulsar 250cc untuk bersaing dengan Honda yang punya senjata andalan CBR 250R.

Hanya, dari segi teknologi, Pulsar 250 masih tertinggal jauh, meski menggunakan rangka dari baja ringan. Tapi, sistem suplai bahan bakar masih mengandalkan karburator.

Kendati begitu, mesin Pulsar memiliki tenaga 26-30 HP dan terbesar di kelas 250 cc. Lalu, kapan Pulsar 250 masuk ke Indonesia ?

Bajaj Masih Belum Berminat dengan Skutik


Bajaj Group masih ogah memproduksi skuter otomatik (skutik) dan fokus menggarap model sport, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Perusahaan menilai skutik belum bisa mendongkrak pendapatan karena minimnya permintaan di India. "Target perusahaan mengejar 20 persen pangsa pasar, laba sebelum bunga, pajak dan amortisasi (earnings before interest, taxes and amortization/EBITA) yang positif. Semua itu sulit diwujudkan kalau cuma dengan memproduksi skutik," ungkap

Dari prediksi, lanjut Rahul, mungkin Bajaj Auto baru mulai memproduksi skutik paling cepat dua atau tiga tahun mendatang. Sekarang ini, menjual 20.000 sepeda motor per bulan dan peningkatan EBITA 15-20 persen.

Bajaj Auto sempat memimpin pasar skutik dengan merek Chetak dan Super sejak 1990 di India, tapi kemudian penjualannya menukik tajam. Dua tahun lalu (2008), perusahaan meluncurkan produk terakhirnya Crystal dan sampai kini belum ada produk baru lagi.

Rahul menambahkan, dirinya bukan pengambil keputusan dan putranya, Rajiv Bajaj, selaku Direktur Pelaksana perusahaan akan menjelaskan lebih lanjut rencana ke depan. Meski demikian, salah satu eksekutif perusahaan yang tak mau disebutkan namanya memastikan, Bajaj Auto tak pernah keluar dari bisnis skutik dan tetap fokus sebagai produsen sepeda motor jenis apapun. Kalau pasar skutik membaik, perusahaan siap kembali memperkuat segmen itu.

Wednesday, February 23, 2011

Bajaj Pulsar 200 DTSi Teririt di Dunia


Wow! Dengan 1 liter bensin, Bajaj Pulsar 200 DTSi bisa menempuh jarak sejauh 266 km. Barangkali motor dari India ini boleh diklaim sebagai yang teririt di dunia. Dikatakan oleh si pemiliknya, Hendry Martin ST, setiap bulan hanya diisi 5 liter bensin.

Setiap hari, rute motor jenis sport itu dari rumah ke kantor berjarak 26 km. Belum lagi, kata Martin, dibawa keliling rumah. Penasaran kan, kok bisa seirit itu? Bebek maupun skubek aja enggak ada yang bisa menempuh jarak di atas 100 km dengan 1 liter.

Saking penasarannya, tim Motor Plus pun menjajalnya, meski harus dua kali lantaran yang pertama ada kebocoran pada peralatan. Barulah uji kedua, dengan menempuh 16 km, menghabiskan bensin 60 ml. Jadi, kalau 1 liter (1.000 ml), motor bisa merayap sejauh 266 km. Padahal, standarnya Pulsar DTSi untuk 1 liter hanya mencapai 40 km.

Generator hidrogen
Martin bisa bikin motornya superirit hanya bermodalkan sekitar Rp 1,5 juta. Biaya itu untuk membeli berbagai peranti penghemat, seperti Xado Revitalisasi, DC Booster, CDI stabilizer, Xtreme Fire Booster, dan generator hidrogen. Dari semua peranti itu, generator hidrogen memberi pengaruh paling besar dan harga alatnya Rp 375.000 sudah termasuk ongkos pasang.

Keiritannya bisa mencapai 47,5 persen. Alat ini yang memproduksi air menjadi bahan bakar karena, kata Martin, generator memiliki elemen atau sel yang beresonansi setelah diberi arus listrik. "Akibat resonansi tadi, gas hidrogen dan oksigen yang ada di air keluar dan kemudian disalurkan ke karburator sehingga terjadi ledakan," bilang warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, ini.

Sistem penyaluran gas (hidrogen dan oksigen) melalui selang ke intake manifold yang di depan karburator. Karena itulah, bensin yang dikonsumsi jadi sangat sedikit sekali sebab energi pembakaran diraih dari oksigen dan hidrogen tambahan tadi.

Untuk mengisi air bisa dari air mineral dan volume tabung sekitar 300 ml. Jumlahnya tidak akan berkurang, hanya keruh, dan Martin menggantinya setiap tiga hari sekali.

Selain itu, Martin memakai Xado Revitalisasi, Turbo, dan Anti Carbon. Semacam cairan yang dicampur ke dalam oli mesin. Tujuannya, untuk mengembalikan kondisi jeroan mesin seperti baru. "Kompresi atau kualitas dalaman mesin setelah masa pakai tidak akan mempengaruhi performa," tegas pria yang kerja di Telkomsel ini.

Dengan kondisi mesin seperti baru, berarti gas tak perlu dibejek. Ujung-ujungnya, sedikit bensin yang terbakar, dan pemakaian cairan ini, diyakini Martin, memberi kontribusi sekitar 5 persen.

Dari bahan bakar, Martin coba mencegat pada sistem kelistrikan. Di sektor ini, ia menggunakan DC Booster yang dipasang paralel ke aki. Diestimasikannya, hal itu memberi keuntungan sampai 15 persen. "Dengan begitu, pembakaran jadi lebih sempurna," yakin pria asal Padang, Sumatera Barat.

Masih di kelistrikan, untuk menjaga kestabilan tegangan input CDI, supaya bekerja optimal, ditambah dengan stabilizer yang dipasang antara aki dan CDI. Alat ini menyumbang peran sekitar 10 persen.

Terakhir, Xtreme Fire Booster yang ditempatkan antara koil dan busi. Fungsinya memperkuat energi pengapian. Peran dalam pengiritannya, dinilai Martin, bisa sampai 20 persen.

Penasaran, silakan pasang

Bajaj Siapkan Pulsar 250


Di Indonesia, PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) baru mengumumkan rencananya memasarkan Pulsar 220 awal tahun ini. Tapi di India, prinsipal Bajaj Auto malah tengah menyiapkan model baru Pulsar 250cc untuk bersaing dengan Honda yang punya senjata andalan CBR 250R.

Hanya, dari segi teknologi, Pulsar 250 masih tertinggal jauh, meski menggunakan rangka dari baja ringan. Tapi, sistem suplai bahan bakar masih mengandalkan karburator.

Kendati begitu, mesin Pulsar memiliki tenaga 26-30 HP dan terbesar di kelas 250 cc. Lalu, kapan Pulsar 250 masuk ke Indonesia ?

Bajaj Pulsar 220 Masuk Awal 2011


PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) urung menampilkan sepeda motor jenis sport Pulsar 220 di JMS 2010 dan peluncurannya akan dilakukan awal tahun depan. Vaibhav Gupta, Deputy General Manager Marketing BAI mengatakan, sampai saat ini perusahaan terus mempersiapkan unit sebelum di lepas ke pasar.

"Kami sudah mendapat perizinan dari Kementerian Perindustrian dan Perhubungan. Pulsar 220 akan diluncurkan Januari (2011) mendatang," ujar Gupta kepada Kompas.com, kemarin.

Soal harga, BAI belum mau buka mulut. Dengan kapasitas mesin lebih besar, ada kemungkinan harga sedikit di atas Pulsar 180. Sementara itu, sepanjang Januari-Oktober 2010 BAI mengaku telah melego sebanyak 11.000 unit. Jumlah ini, jelas Gupta, mengalami lonjakkan hampir dua kali lipat dari pencapian periode sama tahun lalu.

"Bulan lalu (Oktober) kita menjual 2.000 unit, sebelumnya lagi juga 2.000 unit. Kami terus optimis dengan penjualan. Salah satu fokus utama adalah memberikan jaminan layanan purnajual yang prima," papar Gupta.

Bajaj Segera Bangun Pabrik di Indonesia


PT Bajaj Auto Indonesia ingin membuktikan keseriusannya membangun pbrik perakitan di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari langkah perusahaan tersebut datang ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pekan lalu.

Seperti dijelaskan Suprijanto, Direktur Alat Transportasi Darat Kemenperin kepada KOMPAS.com, kemarin, “Direksi Bajaj pekan lalu datang ke sini (Kemenperin) menyatakan minatnya mendirikan pabrik. Mereka sedang melakukan persiapan."

Supriyadi belum bisa memastikan realisasi pendirian pabrik nilai investasinya. "Kita tunggu saja tanggal mainnya," jelas Suprijanto. Sebenarnya, isyu Bajaj mendirikan pabrik di Indonesia sudah berhembus sejak akhir 2009. Sejak pertama kali masuk Indonesia pada 2006, sudah empat model yang ditawarkan, yaitu Pulsar 180 DTS-i, XCD 125, Pulsar 135 dan Pulsar 200.

Bahkan dalam waktu dekat, akan meluncurkan Pulsar 220 untuk bersaing di level segmen tertinggi sepeda motor sport menandingi Yamaha Scorpio.

Sunday, February 6, 2011

250 Bajaj Bensin Dihancurkan


Sebanyak 250 bajaj lama dihancurkan di Terminal Mobil Barang Pulo Gebang, Jakarta Timur. Penghancuran itu merupakan bagian dari peremajaan bajaj dengan bajaj berbahan bakar gas atau BBG.

Menurut Kepala Subdinas Bina Usaha Angkutan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Hendah Sunugroho, 250 bajaj BBG sudah diluncurkan sebelum penghancuran ini. Saat ini bajaj BBG yang sudah beroperasi mencapai 500 unit dan dijual dengan harga Rp 38.400.000 per unit. Peremajaan bajaj dilakukan untuk mengurangi pencemaran udara.

Komparasi Suzuki Thunder 125 VS Bajaj XCD 125


Kehadiran Bajaj XCD 125 membuat lenggang Suzuki Thunder 125 cc yang sudah tampil lebih dulu tidak mulus di kelas motor sport cilik. PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) boleh bilang tidak head on dengan Suzuki, tapi selisih harga yang tipis – XCD Rp. 13,5 juta dan Thunder Rp 14,3 juta (OTR Jakarta) - menjadikan keduanya bersaing.

Tim MOTOR Plus melakukan tes dengan tiga parameter, tapi yang ditampilkan di sini hanya dua unsur; kenyamanan dan konsumsi bahan bakar.

HANDLING
Setang XCD (baca; Eksit) yang agak tinggi, terasa pengendalian lebih ringan dan mudah. Perjalanan menyusuri jalanan Jakarta yang terkenal macet, seperti keliling ke arah timur sampai Pulogadung, tidak terasa berat.

Lain dengan Suzuki Thunder, posisi duduk memang agak nunduk lantaran setangnya memang bergaya sport. Ketika melewati jalanan yang macet lumayan membuat berkendara lebih sulit.

Untuk perjalanan panjang, mengendarai Thunder sangat mantap. Tak cuma itu, ergonomi seperti ini menjanjikan kesiagaan lebih ketimbang style santai yang dirancang Bajaj.

Dalam kecepatan tinggi, pegangan grip gas dan bahu menekan sehingga membuat Thunder lebih stabil. Apalagi hambatan angin makin berkurang karena posisi tubuh lebih menunduk.

ESTETIKA
Walau posisi ergonomi lebih sporty, Thunder terasa lebih retro ketimbang Bajaj yang futuristik. Spidometer dan lampu bulat tanpa tudung, sangat dekat dengan gaya klasik Jepang. Gaya ini tentu saja abadi, tetap enak dilihat plus modifable.

Sedang Eksit punya genre beda. Desain tudung lancip, fitur lampu futuristik, apalagi spido digital membuatnya berkesan canggih. Uniknya, setang dan pegangan justru lebih kuno ketimbang Thunder.

Soal tampilan keseluruhan, Thunder terlihat lebih macho dibanding Eksit. Model tangki yang lebih besar memberi kesan gagah, membuatnya lebih mendekati muscle bike.

Eksit lain lagi, ia mirip desain motor Italia yang slim dan lancip. Apalagi desain lampu belakangnya, wuih.. bisa bikin ngiler modifikator aliran modern!

Eksit: Bebek Berbackbone?
Di sisi lain, pengoperasian tuas gigi di Eksit ke depan semua. Membuatnya dekat pada motor bebek berkontruksi underbone. Mungkinkah ini bebek berbackbone?

Kekurangan Eksit ketimbang Thunder ada di sektor pengereman. Sistem konvensional teromol untuk depan dan belakang tentu saja lebih lemot ketimbang sistem cakram untuk roda depan Thunder.

Akselerasi spontannya harus diredam oleh rem teromol yang kurang menggigit. Apalagi jika terendam banjir misalnya, remnya akan makin lemah. (Tim Motor Plus)
KONSUMSI BAHAN BAKAR
1. Suzuki Thunder : 1 liter untuk 47,2 km
2. Bajaj XCD : 1 Liter untuk 43,4 km

Wednesday, January 12, 2011

Pulsar 135 LS Dongkrak Penjualan Bajaj

Meski terganjal adanya sejumlah keluhan mengenai indikator aki yang kerap menunjukan tanda baterai dalam keadaan lemah (low) namun Pulsar 135 LS menjadi tulang punggung baru penjualan Bajaj.

PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) mencatat, sejak diluncurkan April 2010, Pulsar 135 LS langsung melesat menjadi penyumbang penjualan terbanyak Bajaj di Indonesia.

"Untuk Juni saja total penjualan kita 3.000 unit, Juli 2.200 unit, dan Agustus 3.500 unit. 135 merupakan yang paling laris, baru diikuti Pulsar 180," sebut Assisten Marketing Manager BAI Rizal Tandju ketika berbincang dengan okezone melalui ponsel pribadinya.

Rizal mengungkapkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Pulsar 135 LS juga banyak diburu bikers yang ingin pulang kampung menggunakan sepeda motor. "Pekan pertama puasa saja sudah 1.100 unit, dan dari sebanyak itu di dominasi 135," lanjutnya.

Dengan banderol Rp14,7 juta, Pulsar 135 LS dianggap merupakan pilihan baru para pecinta motor sport di Indonesia. "Apalagi mesinnya 135 cc, mesin ini biasanya ada di bebek, tapi kita bermain di sport, makanya mungkin lebih bisa menarik minat amsyarakat," jelas Rizal.

Pulsar 135 LS dibekali mesin 135 cc DTS-i 4 katup yang mampu menghasilkan tenaga 13,5 hp di 9.000 rpm dengan torsi 11,4 Nm pada 7.500 rpm. Untuk berakselerasi 0-100 km/jam hanya dalam 5 detik, sementara kecepatan maksimumnya mampu tembus di 115 km/jam.

Selain performanya yang cukup mumpuni untuk ukuran motor sport dalam kota, Pulsar 135 LS juga irit bahan bakar dengan penggunaan teknologi busi ganda.

Dilihat dari desain yang ada, motor berbobot 122 kg ini menganut garis tegas yang agresif pada bodinya. Selain itu penggunaan setang jepit, dan jok pengemudi serta boncengers yang terpisah membuat Pulsar 135 LS sangat sporty.

Untuk kaki-kakinya Pulsar 135 LS menggunakan garpu teleskopik dengan pelapis anti gesek didepan dan suspensi NitroX di belakang. Sistem suspensi ini dipadu ban ukuran 2,75x17 di depan serta 100/90x17 pada belakang.

Bajaj Ganti Indikator Aki 220 Unit Pulsar 135 LS


PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) akhirnya memastikan ada 220 unit Pulsar 135 LS yang mengalami masalah indikator aki.

Hal ini ditegaskan Assisten Marketing Manager BAI Rizal Tandju ketika ditemui di sela acara 'Buka Puasa Bersama' di Hotel Mulia, jakarta, Selasa (24/8/2010) malam.

Rizal menjelaskan, ratusan konsumen Pulsar 135 LS yang komplain ke masing-masing diler resmi Bajaj itu sudah didata oleh pihak BAI selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Bajaj.

"Kita sudah teliti dan ternyata memang benar indikator aki yang kita terapkan itu terlalu sensitif," papar dia.

Menurutnya teknologi tersebut merupakan barang baru yang diterapkan Bajaj terhadap model-model yang ada. "Seperti indikator kapasitas tangki bensin, kita maunya terapkan warning sebelum tegangan aki itu benar-benar habis. Tapi ternyata ini malah jadi masalah bagi sebagian pihak dan menimbulkan rasa was-was," jelasnya.

Untuk itulah ke-220 konsumen Bajaj Pulsar 135 LS akan mengalami penggantian panel indikator motor secara keseluruhan. "Kita ganti saja satu set panel indikatornya kemudian terbukti masalah selesai," ujar Rizal.

Namun ia berpesan, munculnya masalah pada indikator aki tersebut jangan lantas dikaitkan dengan lampu depan Pulsar 135 LS pada sebagian konsumen yang tiba-tiba mati atau bahkan merembet hingga mesin motor mati total.

"Kalau lampu, motor apa saja kan bisa putus lampu depannya, sementara kalau mesin motor mati total bisa saja masalahnya ada pada mesin itu sendiri bukan karena indikator aki," tegas dia

Sunday, January 9, 2011

Bajaj Racik Motor Sport Murah 100 Cc




NEW DELHI- Bajaj Auto berencana masuk ke segmen motor sport 100 cc berharga miring untuk pasar di India.

Kehadirannya ditenggarai sebagai pesaing Hero Splendor sebagai motor sport entry level dari Honda.

Bajaj bahkan telah mematok motor sport 100 cc ini tidak akan dibanderol lebih dari Rp8 juta. Demikian dikutip dari Indianmotosblog, Jumat (22/10/2010).

Namun hingga saat ini para petinggi pabrikan sepeda motor India itu belum mau menjelaskan spesifikasi motor sport 100 cc entry level seperti apa yang bakal mereka gelontorkan.

Saat ini Bajaj Auto terhitung telah menjual 10 model sepeda motor untuk pasar di Negeri Tajmahal itu. Namun hanya dua model, Discover dan Platina yang dilengkapi dengan varian 100 cc.

Keinginan Bajaj untuk masuk ke motor sport 100 cc entry level diyakini akibat banyaknya permintaan terhadap Bajaj Discover 100 cc yang mencapai 1 juta unit sejak kemunculannya Juli 2009 silam.

Pulsar 135LS dan XCD 125 Harganya Tetap



JAKARTA- Bila Pulsar 180 mengalami menurunan harga hinga Rp2 jutaan maka hal itu tidak berlaku untuk motor sport Bajaj lainnya.

Assisten Manager, Event & PR PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) Rizal Tandju menegaskan, penurunan harga ini hanya akan berlaku untuk Pulsar 180.

"Untuk model-model lain tetap sama," katanya ketika dihubungi okezone, Senin (4/10/2010).

Rizal mengungkapkan, motor-motor Bajaj saat ini dianggap telah memiliki harga yang cukup kompetitif jika dibandingkan motor sport lainnya.

"Untuk 135LS saja misalnya, dengan harga Rp14,7 juta on the road Jakarta maka motor itu paling kompetitif dikelas motor sport di Indonesia," kata dia. Hal yang sama juga terjadi untuk XCD 125.

Sementara untuk Pulsar 200, ia menyebutkan bakal ada perlakuan lain pada motor ini. "Tunggu saja nanti kita kabarkan lagi,"

Metallic Orange, Pilihan Warna Baru Keluarga Pulsar


NEW DELHI- Bajaj Auto menambahkan satu varian warna baru untuk keluarga Pulsar, yakni Metallic Orange. Warna baru ini akan tersedia untuk Pulsar 180 dan 220.

Warna baru ini hadir sebagai persembahan Bajaj untuk para penggemar Pulsar yang tercermin pada tingginya tingkat penjualan motor sport asal India itu.

"Pulsar telah membuktikan kinerjanya dengan pangsa pasar konsisten sebesar 50 persen mengalahkan pesaingnya dari Jepang," ungkap President Motorcycle Business Bajaj Auto S Sridhar, seperti dikutip dari Motorbeam, Selasa (19/10/2010).

Warna baru ini katanya, diracik khusus dengan efek yang berbeda. Bila motor berada dibawah terik matahari maka akan muncul warna kuning, sementara ketika berada di bawah tempat yang teduh akan tampil dengan warna kemerahan.

Pulsar Metallic Orange ini bukan edisi khusus dari Bajaj, namun bila ingin menebusnya cukup rogoh kocek Rp160 ribu lebih mahal dari Pulsar kelir lainnya.

Bajaj Pulsar "Monster" Kreasi Mahasiswa


NEW DELHI- Motor sport Bajaj Pulsar yang berpenampilan sporty dipandang berbeda oleh sebagian mahasiswa teknik Lingaya Institute of Management & Technology, India.

Mejeng di Relio Quick Mal, di Gurgaon, New Delhi, India, para mahasiswa teknik ini menyulap Pulsar 150 menjadi Quad, kendaran off-road empat roda yang mirip dengan all-terrain vehicle (ATV).

Para mahasiswa ini menamakan diri sebagai G-6. Angka 6 dipakai karena menunjukkan tim tersebut terdiri dari enam mahasiswa jurusan teknik.

Quad dibekali mesin Pulsar 150 yang sama yakni 150 cc 4-tak liquid qooled dengan daya maksimum 13 Bhp pada 7.500 rpm dan torsi puncak hingga 12,1 Nm di 5.500 rpm.

Guna menghentikan laju kendaraan ini, dipilih rem jenis drum pada bagian roda depan dan rem disk berventilasi untuk dua roda belakang.

"Motor konsep ini ditujukan bagi emreka yang gemar akan petualangan" tutur Ashish, juru bicara G-6 seperti dikutip dari Indianmotosblog, Kamis (14/10/2010).

Dari sisi penampilan, tidak ada perubahan signifikan selain roda yang tadinya berjumlah dua buah kini menjadi empat buah. Keseluruhan bodi masih sama dengan Bajaj Pulsar 150. Namun bagian lampu depan telah diganti dengan milik Yamaha FZ-16

Mulai Januari 2011, Harga Motor Bajaj Naik

Bajaj Pulsar 135 LS (Ist)

NEW DELHI- Berbeda dengan di Indonesia, di negara asalnya Bajaj Auto malah berniat menaikkan harga produk-produknya per Januari 2011.

Kenaikan harga ini diperkirakan sebesar Rp200.000. Bajaj beralasan kenaikan ini seiring meningkatnya harga bahan baku pembuat sepeda motor.

"Terus meningkatnya biaya untuk bahan baku menjadi penyebab utama kenaikan ini," jelas President Bajaj Auto S Sridhar, seperti dikutip dari Indianon2wheels, Minggu (19/12/2010).

Namun ia yakin, kenaikan harga ini masih dalam taraf yang wajar dan juga produk-produk Bajaj masih menghadirkan mutu yang tak kalah dengan pesaingnya.

"Maka kami harapkan kenaikan harga ini tidak mempengaruhi penjualan kami," tambah Sridhar.

Kenaikan harga bahan baku automotif di India ternyata memicu beberapa produsen sepeda motor lainnya menaikan harga jual produk mereka.

Tak hanya Bajaj, Hero Honda dan juga dua produsen motor lainnya di India juga mengumumkan kenaikan harga

Bajaj Pulsar 180 Dikorting Rp2 Juta

JAKARTA- Kabar baik bagi pecinta Bajaj Pulsar. Motor sport Negeri Tajmahal itu turun harga. Kisarannya mencapai Rp2 jutaan.

PT Bajaj Auto Indonesia (BAI) selaku pemegang merek sepeda motor Bajaj menetapkan harga baru untuk Pulsar 180.

Bila saat muncul edisi faceliftnya Oktober tahun lalu Pulsar 180 dilepas Rp18,05 juta, maka banderolnya kini menjadi Rp15,9 juta on the road Jakarta.

“Revisi harga ini adalah bagian dari Perayaan Ulang Tahun Pulsar. Kami genap 4 tahun di Indonesia bulan ini," ucap General Manager Sales & Marketing BAI Dinesh Kulkarni, dalam rilisnya yang diterima okezone, Senin (3/10/2010).

Ia menyebutkan, Pulsar 180 merupakan model motor Bajaj pertama yang meluncur di Indonesia pada November 2006. "Sejak itu sekitar 50.000 unit motor sport Bajaj telah terjual di Indonesia," katanya.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan, meskipun pasar motor di Indonesia tumbuh pesat tahun ini hingga meningkat lebih dari 22 persen, segmen sport tidak ikut tumbuh sepesat pertumbuhan pasar motor keseluruhan.

Salah satu penyebabnya adalah tingginya harga motor sport yang telah terbentuk selama ini. "Kami rasa, sekarang adalah saat yang tepat untuk memberi apa yang masyarakat Indonesia berhak dapatkan, yaitu motor sport yang fantastis dengan harga yang juga fantastis," ucap dia.

Sementara itu Assisten Manager, Event & PR BAI Rizal Tandju memastikan penurun harga ini tidak disertai penurunan spesifikasi dari Pulsar 180. "Ini semua murni karena berkaitan dengan perayaan 4 tahun eksistensi Bajaj di Indonesia," tegasnya.