Get paid To Promote at any Location
Showing posts with label yamaha. Show all posts
Showing posts with label yamaha. Show all posts

Monday, April 4, 2011

alien amikom_modif motor coy........adam CDMA*_- ajibarang.com

Alien yg gila modif di penuhi rasa ingin tau,penuh misteri,bombastis & sepektatual.dalam ilmu modif,Alien ini sangat aneh yg ciri khas mtor tersebut tidak akan di hilangkan.
klo butuh ilmu ADD FB gw y gan,ADDAM cdma


Monday, March 21, 2011

Plus Minus Honda BeAT dan Yamaha New Mio


dak bisa dipungkiri, dua skuter bebek (skubek) Honda BeAT dan Yamaha New Mio lagi berperang merebut konsumen. Harga keduanya bersanding tipis. BeAT hanya mengeluarkan varian casting wheel dengnan harga on the road (OTR) untuk Jakarta sekitarnya Rp 12 juta. Kompetitornya, New Mio dengan pelek palang mematok Rp 11,8 juta.

Bagi calon konsumen yang pengin beli motor, tak cukup menuntut efisiensi bahan bakar saja. Nah, kebetulan Anda punya pilihan antara BeAT dan New Mio, mungkin fitur dan komponen pendukung yang ditampilkan pada kedua skubek ini bisa memuluskan Anda dalam memutuskan pilihan.

Dipisah dan Gabung
BeAT tampil ala skubek Eropa. Lampu utama dan sein kanan-kiri jadi satu tempat. Sedang New Mio, lampu utama dan sein masih dipisah. Jarang hidung motor dan sepatbor BeAT renggang. Berbeda sama New Mio yang cenderung rapat. Secara desain, BeAT enggak tampak kompak atau padat dibanding New Mio.

Tempat pijakan kaki pengendara di BeAT yang sempit membuat lutut ketemu lutut bakal dirasakan pengendara yang tingginya di atas 170 cm. Kalau pakai ukuran sepatu di atas 42, membuat kaki susah bergerak. Berbeda sama New Mio yang bikin posisi paha-betis dan tapak kaki leluasa.

Sedang pijakan kaki penumpang, New Mio mengadopsi footstep Mio Soul. Artinya, posisi kaki boncenger yang lebih dari 170 cm bakal sulit ditekuk. Berbeda sama BeAT yang pijakan kaki boncengernya malah mirip Mio lama.

Bagasi BeAT enggak bisa bawa barang lebih dari jas hujan. Beda sama volume bagasi New Mio yang jauh lebih besar. Selain jas hujan, juga bisa bawa perkakas P3K. Konsul boks lebar milik BeAT tapi hanya sedikit barang bisa disimpan. Punya New Mio, memang lebih sempit dibanding BeAT, tapi lebih dalam.

Keunggulan BeAT ada standar samping dan pengunci handel rem belakang. Ini seperti Honda Vario. Artinya, tambahan perangkat safety BeAT jadi nilai plus.

Model Baru Yamaha Siap Masuk Indonesia


PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) punya banyak peluru baru buat menembak kompetitornya di pasar sepedamotor di Indonesia. Bahkan stok yang dipunyai cukup banyak dengan berbagai model. Ada jenis bebek dan juga model sport.

Bocorannya, waktu dekat ini Yamaha meluncurkan Vega ZR, bebek berkapasitas 113,2 cc. Tanggal pastinya, konon masih mengintip tetangganya, Honda yang juga siap melaunching bebek 110 cc. Trus, tahun depannya, pabrikan berlambang garputala itu menampilkan Jupiter Z.

Hanya itu saja! Tidak, YMKI punya YZF-R250 yang di Eropa sudah meluncur. Kompetitornya, Suzuki GSX-250 dan Kawasaki Ninja 250. Bodi YZF-R250 mirip dengan YZF-R125 yang sudah beredar duluan, hanya pakai mesin 250 cc saja. Konon, motor sport Yamaha ini hadir pada 2010 atau paling cepat 2009 dan sudah menganut 2 silinder.

Selain itu, Yamaha masih ada V-ixion yang di India bernama Yamaha R15 dan sudah beredar duluan. Bedanya, V-ixion sudah memakai fairing. Gosipnya, Yamaha R15 ini ada kemungkinan bakal meramaikan pasar tanah air dan YMKI masih memantau animo masyarakat Indonesia.

Peluru anyar Yamaha lainnya adalah X1R yang di Thailand sudah lama dilaunching. Mesinnya seperti Yupiter MX135LC dan lampu depan model Nouvo-Z dengan setang telanjang. Bebek ini masih disimpan YMKI dan tunggu momen yang tepat. Hasrat untuk cepat-cepat memasarkan X1R tidak tampak lantaran pihak Yamaha sedikit ragu dengan modelnya.

Terakhir, MX berteknologi injeksi.Kabarnya, bebek ini akan meramaikan pasar tanah air setelah lebih dulu Vega ZR dan new Jupiter Z. Bahkan sebelumnya, akan muncul dulu versi face lift dulu. Tentu dengan penyempurnaan di sektor mesin. MX injeksi ini paling cepat 2009

Yamaha V-ixion Dimodifikasi untuk Touring Jarak Jauh


Seperti apa sih motor yang ideal untuk diajak touring jarak jauh? Nih, kebetulan Dede Ridwan sedang mempersiapkan Yamaha V-ixion untuk mewujudkan ambisinya melakukan perjalanan panjang. Rutenya tidak kepalang tanggung jauh, start dari Sabang, dan finish di Merauke. Mau tak mau, standar motor berlambang garputala berjenis sport ini harus diubah ke gaya touring.

Motor pun diserahkan ke rumah modifikasi Tauco Custom (TC). Suspensi standar depan dan belakang masih dipertahankan karena, menurut Topo Goedhel Atmojo dari TC, si pemilik motor enggak pede sama shockbreaker limbah. Namun, lengan ayun harus dirombak agar bisa dipakai ukuran ban lebih lebar dari standarnya yang cuma 110.

Akhirnya, swing-arm standar V-ixion di-custom ulang dan ban ukuran 140 bisa masuk. Lengan ayun baru ini, selain lebih ngangkang, juga tampak kokoh karena dimensi jadi besar.

Untuk mendapatkan kenikmatan selama touring, posisi riding sangat menentukan. Makanya, selain rangka di-custom ulang, desain jok juga dibuat sesuai dengan postur pengendara. Malah, bagian itu dibuat lekuk yang cukup dalam dengan fungsi menahan pantat pengendara.

Memang, ubahan ini bikin motor jadi terkesan menungging dan membuat posisi duduk penumpang menjadi terlalu tinggi. Namun, rencananya, Dede melakukan touring sendirian.

Ubahan lainnya tampak pada setang. Di sini, Topo mengadopsinya dari Kawasaki Ninja. Begitu juga lampu belakang. Bila selama ini pemodifikasi banyak memilih Bajaj Pulsar, TC menjatuhkan pilihannya pada milik Bajaj XCD 125. "Hal ini karena menyesuaikan desain buntut yang nungging," sebut Topo yang mengganti knalpot standar dengan karya desainnya.

Yamaha V-ixion Bercita Rasa CBR 1100 R


Pemodifikator Wardoyo dari Dave Motor Concept (DMC) terpaksa berpikir dan kerja keras menerima tantangan M.Safari, pemilik Yamaha V-ixion. Pasalnya, yang punya motor minta diubah tunggangannya jadi model moge, tapi bukan seperti Yamaha FZF R1 atau R6.

M.Safari justru minta dibikin mirip Honda CBR 1100 RR. Apa nggak pusing? Mau tak mau, Wardoyo terpaksa melakukan mutilasi lantaran harus keluar dari pakem. “Biasanya mengupgrade motor sport cruiser jadi motor sport tulen dan semerek. Tapi karena permintaan kon sumen, mesti dijalani,” papar pria yang praktik di ssawangan Depok.

Dasar tukang ‘mutilasi’, bukan manusia tapi pelat, pekerjaan mengubah bentuk dinilainya tidak terlalu sulit. Apalagi dengan menggunakan pelat, lain hal jika memakai bahan fiber atau beli variasi bolt-on.

Bukti ucapan Wardoyo diperlihatkan pada fairing yang keseluruhannya dibentuk dari pelat. Supaya bentuk harmonis dan mendekati asli, lampu Honda vario dipilih, selain itu mudah didapat.

Tangki lantas ikut dipermak, mulai dari bentuk dan dimensinya agar serasi dengan fairingnya. Selain tangki, cover tengah hingga buritan perlu penyesuaian bentuk. Lagi-lagi dengan bantuan pelat dan dimensinya pun membengkak sekitar 5 cm ke kiri-kanan.

Modifikasi bagian burutin dibikin sedikit nungging, sesuai keinginan pemiliknya. Caranya, menurut Wardoyo, dengan terlebih dulu memanjangkan bagian tengah lengan ayun asli sekitar 7 cm dengan memakai pelat sekitar 7 cm yang diakali pada link unitrack.

Jadi deh, Honda CBR 1100 R. (KR15)

Turing Bersama Yamaha ke Bogor


PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menyelenggarakan "Sunday Touring" dengan rute Jakarta-Bogor-Jakarta yang dimulai dari Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, pukul 06.30 WIB. Perjalanan santai yang diikuti sedikitnya 25 sepeda motor tidak hanya khusus pemilik Yamaha, tapi boleh dari merek lainnya dengan tujuan mempererat persaudaraan sesama bikers.

Persertanya terdiri dari anggota komunitas dan klub sepeda motor seperti Yamaha Vixion Club, Yamaha Scorpio Club, blogger dan wartawan, termasuk Kompas.com yang diundang untuk turut serta.

"Ini bukan acara khusus cuma refreshing saja. Kami juga senang ada beberapa peserta turing menunggangi Ducati Monster dan Honda Goldwing. Ini namanya mempererat persaudaraan antar bikers," ujar Paulus Sugih Firmanto, General Manager Promotion and Motorsport YMKI yang membesut Yamaha FZ8.

Rombongan bertolak ke Bogor pukul 07.15 WIB melalui jalur Lebak Bulus- Ciputat- Gaplek-Parung-Bogor. Perjalanan terbilang santai dengan rata-rata kecepatan 30-40 km per jam dengan kawalan patwal membuat sesi berangkat ini sedikit monoton. "Jadi ngantuk, jalannya pelan banget," ujar Edo Rusiyanto, salah satu Blogger yang ikut rombongan.

"Rencananya, turing akan kita bikin rutin touring semacam ini, supaya makin erat hubungannya. Bisa tiga bulan atau empat bulan sekali nantinya, coba kami pikirkan kemudian," tutup Paulus.

Acara ini akan lebih menarik, jika pihak Yamaha memberi semacam coaching teknik berkendara hemat bahan bakar. Atau mengupas teknologi yang ada pada produk terbaru garputala, dan lain sebagainya. Sehingga acara turing ini berakhir dengan membawa pulang satu kesan.

Wednesday, March 16, 2011

Yamaha Tutup Lima Pabrik di Jepang


Di Indonesia, Yamaha menikmati penjualan sepeda motor yang terus meningkat. Sebaliknya, di Eropa dan Amerika Utara, penjualan mereka semakin buruk. Penjualan anjlok sampai 20 persen dibandingkan periode yang sama dengan tahun lalu. Akibatnya, Yamaha melakukan langkah efisiensi besar-besaran.

"Sejak Mei lalu, dampak krisis Yunani langsung terasa. Semula kami prediksi cuma turun 10 persen. Ternyata lebih besar," ujar Hiroyuki Yanagi, Chief Executive Officer Yamaha di Tokyo, seperti dilansir Bloomberg, hari ini.

Anjloknya permintaan pasar sepeda motor di dua kawasan tersebut memaksa Yamaha membuat keputusan PHK dan menutup sejumlah pabrik. Rencananya, Yamaha akan menutup lima fasilitas produksi di Jepang dan satu pabrik kapal di Amerika Serikat pada 2012. Sebelumnya, pada 2009, Yamaha sudah menon-aktifkan satu pabrik di Italia. Penghematan mengakibatkan gelombang PHK besar-besaran yang mencapai 1.000 pekerja dari 1.100 jabatan yang tersedia.

Yamaha juga pernah menghadapi kasus serupa pada April 1984. Kala itu, pasar di Amerika Utara anjlok 45 persen dan Eropa merosot 25 persen. Padahal, kedua kawasan tersebut berkontribusi 25 persen dari total penjualan global Yamaha.

Yanagi menambahkan, Yamaha masih bisa mengandalkan pasar di kawasan Asia dengan prediksi pertumbuhan mencapai 14 persen dibandingkan tahun lalu. Kendati demikian Yamaha masih belum mau merevisi target penjualan sebelum mencapai kuartal kedua tahun fiskal yang berakhir pada Agustus mendatang.

Yamaha Tutup Pabrik di Spanyol


Setelah menutup lima pabrik di Jepang, Juli 2010, Yamaha kembali melakukannya di Palau-Solita i Plegamans, sebelah utara Barcelona, Spanyol, akibat dari imbas krisis keuangan 2008. Untuk pasar sepeda motor di Negeri Matador akan disuplai dari pabrik Saint-Quentin, Perancis.

Langkah merek garputala ini membuat perusahaan harus merumahkan 420 karyawan di pabrik yang mampu memproduksi 130.000 unit sepeda motor per tahun. Tahun lalu saja, pabrik cuma memproduksi 96.000 unit. "Di seluruh dunia dan Eropa kondisinya serupa, tercatat penurunan penjualan yang memaksa Yamaha untuk mengambil langkah restrukturisasi kapasitas industrinya," ujar Yamaha seperti dikutip AFP.

Tahun ini, selain menutup pabrik, Yamaha tetap melanjutkan remunerasi berupa penurunan gaji direksi yang sudah dilakukan sejak 2010. Secara bertahap, bayaran petinggi Yamaha dipangkas sampai 15-30 persen per bulan dan tidak memberi bonus tahunan.

"Pengurangan gaji pada level direksi tetap berjalan periode Januari-Juni 2011, kemudian dievaluasi lagi kelanjutannya," jelas Yamaha.

Yamaha juga menciptakan dua wilayah utama yang menjadi fokus utama di bisnis sepeda motor global. Unit bisnis pertama meliputi Asia, China, Amerika Selatan dan Tengah. Unit kedua meliputi, Eropa, Amerika Utara, Oceania, dan Jepang.

Kedua wilayah ini akan digarap serius dengan mempersiapkan beberapa divisi khusus antara lain, Divisi Perencanaan Bisnis, Divisi Perencanaan Biaya, Divisi Pemasaran dan Penjualan Asia dan Divisi Pemasaran dan Penjualan China dan Amerika Selatan dan Tengah.

Yamaha Indonesia Aman


Dalam siaran persnya yang diterima Kompas.com, hari ini (16/3) , PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menyatakan bahwa pasca bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang, semua aktivitas di pabrik dan kantor berjalan normal sejak Senin (14/3), tapi dengan berbagai keterbatasan. Meski, lokasi salah satu fasilitas motor sport milik Yamaha yang dioperasikan SUGO Company Limited berada di Prefektur Miyagi, Jepang Utara terkena musibah, namum tak terjadi kerusakan berat.

Yamaha Motor Company Limited menambahkan kerusakan di SUGO cuma pada bagian jalan saja. Tercatat satu karyawan bagian penjualan mengalami luka serius dan telah dirawat secara intensif . Yamaha mengaku telah meyiapkan tim darurat khusus untuk mengamankan fasilitas dealer dan stok di pelabuhan.

"Sejauh ini tidak ada dampak negatif bagi kami (Indonesia). Berbeda dengan kondisi di Jepang yang terkendala pada pengiriman beberapa material dari laut dan udara karena meningkatnya kesibukan di bandara udara dan pelabuhan sehingga tercipta prioritas tertentu," ujar Dyonisius Beti, Presiden Direktur YMKI dalam keterangan resminya.

Sampai hari ini (16/3), belum ada keputusan yang diambil prinsipal terkait aktivitas penuh pabrik di Jepang. Fokus utama masih pada kerjasama pendistribusian listrik pada jaringan nasional dengan memanfaatkan jaringan listrik industri. Yamaha menginstruksikan seluruh karyawan berhemat, seperti tak menyalakan lampu neon pada malam hari.

"Yamaha Indonesia turut berdukacita kepada masyarakat Jepang akibat gempa bumi dan tsunami yang melanda di sana. Kami berharap kondisi cepat pulih kembali dan roda perekonomian bisa berjalan seperti semula," harap Beti.

Tuesday, March 8, 2011

Yamaha Lexam Dapat Respon Positif


Baru sebulan bebek matik (betik) Lexam diluncurkan, produk terbaru Yamaha itu telah terjual 1.200 unit pada bulan lalu. Jumlah tersebut masih di bawah target PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) yang dipatok 1.500 unit lantaran minimnya hari kerja pada Februari.

"Semua model turun karena Januari (2011) ada 21 hari kerja sedangkan Februari cuma 18 hari saja," ujar Paulus Sugih Firmanto, General Manager Pormotion and Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia kepada Kompas.com, semalam (7/3).

Paulus menambahkan, strategi Yamaha memasarkan bebek matik (betik) ini melalui situs on-line (www.smart-innovation.co.id) cukup mendapat respon positif. Terbukti, total pemesanan sudah mencapai 300 orang lebih. "Mayoritas pemesan on-line masih dari Jakarta, sampai 90 persen. Kami masih berusaha (mengejar target) mudah-mudahan bulan ini sudah mencapai target yang ditentukan," beber Paulus.

Lexam merupakan betik kedua yang dipasarkan prinsipal sepeda motor Jepang setelah Honda meluncurkan Revo AT pada tahun lalu. Kehadiran Lexam diharapkan bisa mendongkrak pasar betik yang diprediksi berpotensi "meledak" dua atau tiga tahun mendatang.

Thursday, March 3, 2011

Pedrosa: Yamaha Jadi Ancaman di Qatar


Pebalap Repsol Honda Dani Pedrosa mengakui bahwa timnya tampil sangat impresif selama dua tes pra-musim di Sepang (1-3 Februari dan 22-24 Februari). Akan tetapi, pebalap asal Spanyol ini mengakui bahwa Yamaha punya potensi jadi penjegal, terutama di Qatar.

"Ya, tentu saja kami masih memiliki kelemahan dan tidak boleh menyisihkan Yamaha. Sebab, mereka sangat tangguh saat balapan nanti, terutama di Qatar. Saya kira, di sana (Qatar), Yamaha sudah lebih sempurna," ujar Lorenzo dalam wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, Jumat (25/2/11).
Ya, tentu saja kami masih memiliki kelemahan dan tidak boleh menyisihkan Yamaha. Sebab, mereka sangat tangguh saat balapan nanti, terutama di Qatar. Saya kira, di sana Qatar, Yamaha sudah lebih sempurna. Dani Pedrosa

Memang, Honda sangat perkasa selama tes di Malaysia karena secara bergantian, mereka menguasai catatan waktu terbaik. Pada tes perdana, Marco Simoncelli (Gresini Honda) mengalahkan Casey Stoner dan Dani Pedrosa, sedangkan pada tes kedua yang baru selesai hari Kamis kemarin, giliran Stoner yang mengalahkan para rivalnya, termasuk Stoner, yang harus puas di posisi kedua. Meskipun demikian, Stoner dan Pedrosa membuat kejutan pada hari terakhir itu karena mereka mampu mencatat waktu terbaik kurang dari 2 menit.

Tak mengherankan jika Honda sangat difavoritkan pada musim 2011. Pasalnya, bukan cuma Stoner dan Pedrosa yang selalu bergantian di atas, tetapi rekan setim mereka Andrea Dovizioso, serta Simoncelli, selalu menguntit.

Bandingkan dengan dua rival lainnya yang diprediksi bakal menjadi rival terberatnya, Yamaha dan Ducati. Bahkan, Ducati sangat terpuruk karena mereka tak pernah menyentuh posisi empat besar. Lain halnya dengan Yamaha, di mana Jorge Lorenzo dan Ben Spies sempat menyodok ke barisan depan, meskipun tak bisa menjadi nomor satu.

Meskipun demikian, Pedrosa tak mau terlena oleh hasil yang diraih di Sepang. Runner-up MotoGP 2010 ini mengatakan, ancaman akan datang dari hampir semua pebalap karena mereka (para pebalap) semakin kompetitif pada musim baru nanti.

"Saya pikir ada banyak rival pada musim ini. Ada Lorenzo, Spies, Valentino Rossi, Dovizioso, Simoncelli, Stoner, dan pebalap lainnya. Pokoknya, pada musim ini semua pebalap berbahaya sehingga saya harus fokus," ujarnya.

Saturday, February 26, 2011

MotoGP Pedrosa Tak Ingin ke Lain "Hati


Musim lalu, Dani Pedrosa nyaris mengakhiri penantiannya untuk menjadi juara dunia MotoGP bersama tim Repsol Honda. Sayang, peluangnya tertutup ketika dia mengalami kecelakaan di Jepang, yang membuatnya absen di dua seri setelahnya.

Padahal, sebelum mengalami kecelakaan yang menyebabkan tulang selangka kiri patah serta gangguan pada engkelnya, Pedrosa sedang bertarung ketat dengan pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, dalam perburuan gelar juara dunia. Alhasil, pebalap Spanyol ini terpaksa "menyerahkan" gelar tersebut kepada kompatriotnya.

Belajar dari pengalaman tersebut, Pedrosa berjanji tampil lebih baik lagi pada musim 2011. Pebalap berusia 25 tahun ini pun memiliki harapan yang tinggi untuk bisa merengkuh trofi MotoGP, yang sudah diidam-idamkan sejak melakukan debutnya di kelas paling bergengsi ini pada 2006.

"Musim ini saya hanya berusaha sebaik mungkin untuk tampil konsisten dan mengumpulkan poin. Sebab, itu (konsisten) sangat penting untuk mengejar gelar juara dunia. Saya juga tidak boleh ceroboh agar tidak mengalami kecelakaan lagi seperti pada musim lalu," ujar Pedrosa dalam wawancara dengan Kompas.com di Jakarta, Jumat (25/2/11).

"Selain itu, saya juga berusaha maksimal untuk menghindari cedera. Cedera musim lalu yang memberikan masalah, saya kira sudah tidak apa-apa lagi karena semuanya semakin baik aja, yang membuat saya bahagia dan siap menghadapi musim baru ini."

Mengenai kemungkinan untuk pindah ke tim lain karena bersama Honda dia belum pernah juara dunia, Pedrosa dengan tegas membantah (untuk pindah). Dia tetap optimistis bisa menjadi juara dunia bersama tim asal Jepang ini.

"Saya berharap, dengan usaha keras yang dilakukan selama ini, saya bisa menjadi juara dunia bersama Honda," kata Pedrosa, yang selalu memperkuat Honda sejak tampil di arena balap motor (kelas 125 cc) pada 2001.

Pebalap yang tingginya hanya 158 cm ini juga berbicara lagi tentang Valentino Rossi. Menurut dia, juara dunia tujuh kali MotoGP tersebut sedang dalam masa sulit karena bergabung dengan sebuah tim baru. Akan tetapi, "The Doctor" harus tetap diperhitungkan karena bakal semakin tangguh.

"Memang, selalu tidak mudah ketika seorang pebalap berganti tim karena semuanya mulai dari awal, termasuk pekerjaan para mekanik. Ducati saat ini mungkin belum bertaji, tetapi mereka akan semakin kuat," ujarnya.

Monday, February 21, 2011

Yamaha Scorpio Chopper 2008


belum punya motornya, Imam Syafei jatuh hati sama Honda Goldwings dan suka dengan bentuk Suzuki Intruder. Uniknya, ketika ditelepon oleh Wiryady alias Ajie Thunder dari Fajar Makmur Modification (FMM) perihal kesengsemannya itu, Imam malah belum punya motornya.

“Makanya saya beli Yamaha Scorpio. Waktu itu kilometernya masih nol, langsung saya boyong ke Ajie,” kenang pegawai BRI yang juga anggota klub BRI-Kers Jakarta. Soal selera, Imam enggak suka model sport dan streetfighter. “Maunya desain yang secara ergonomi santai. Makanya, pilihan chopper sangat tepat,” tambahnya.

Ajie yang disodorkan Scorpio cepat tanggap dan langsung merombaknya. Baginya, sasis dari center bone ke depan sudah tidak perlu dievaluasi. “Saya ubah dari tengah ke belakang. Dibuat baru sama sekali,” tegas Ajie yang aslinya tukang servis AC.

Tujuan dari ubahan ini jelas. Konstruksi Scorpio yang siaga dan agak tinggi tidak mungkin bisa dipertahankan untuk chopper. Makanya, dari bagian tengah ke belakang perlu dibuatkan sasis baru yang rancangannya agak ke bawah, termasuk lengan ayun memakai punya Honda Steed 400.

Dari situ bentuk dasar didapat. Ajie serta-merta membuat tangki chopper plus sepatbor ala ducktail sesuai dengan genre-nya. “Setang bullhorned termasuk raiser kami buat sendiri. Detail macam lampu depan dan belakang variasi moge dan penguatan di kaki-kaki, yakni shockbreaker depan upside down Aprilia,” papar Ajie.

Sentuhan akhir, FMM memilih knalpot Honda Shadow agar suaranya ngebas. Kerapihan kerja menata chopper full dressed model begini patut diacungi jempol.

Seperti sepatbor belakang yang mendekati ducktail memang cocok untuk karakter motor rapi dan tidak terkesan liar. Padahal, bengkel modifikasi ini tidak spesialis chopper.

Untuk menyeimbangi tangki yang gede di bagian atas, girboks palsu berbahan fiber cukup berhasil, apalagi boks kiri dan kanan yang buatan sendiri cukup rapi dan menambah gagah tampilan motor dengan rancangan knalpot model

Sunday, February 20, 2011

Yamaha Scorpio "Facelift" Meluncur Akhir Kuartal 2010


Diperkirakan, akhir bulan ini Honda akan meluncurkan motor sport baru. Sementara itu, Yamaha juga sudah menyiapkan senjata tandingannya, yakni Scorpio facelift agar pamor motor sport tetap dalam genggamannya. Tak cuma Scorpio, Yamaha awal tahun ini pun sudah meluncurkan Vixion facelift.

Rencana kehadiran Scorpio baru yang sudah delapan tahun tidak ganti model ini terkuak setelah gambar anyar Scorpio beredar di sebuah situs komunitas terbesar di Indonesia.

Perubahannya cukup banyak, tapi masih seputar bodi. Perubahan paling signifikan tampak pada tangki yang lebih besar ditambah shroud seperti pada Honda Tiger. Perubahan lain ada pada lampu utama (depan-belakang), sisi samping motor, knalpot, lampu sein, dan sepatbor belakang.

Untuk mesin, tak ada perubahan berarti. Demikian juga dengan sasis, bagian ini masih menggunakan tipe lawas, termasuk desain dan ukuran velg 18 inci, serta rem cakram depan dan tromol (belakang).

Sekilas, tampilan Scorpio anyar menyerupai Fazer 250 yang sudah lebih dahulu diperkenalkan Yamaha, tetapi tak masuk ke Indonesia. Ia bisa juga disebut sebagai "kakak besar" Byson karena memanggul satu garis merah desain dan hanya beda kapasitas mesin.

Nah, dari informasi yang diperoleh Kompas.com, pihak PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) akan melepas Scorpio facelift pada kuartal terakhir tahun ini. "Peluncurannya tak akan jauh-jauh dari Byson," ujar seorang sumber di YMKI, hari ini.

Boleh Kagum, tapi Ini Bukan Ducati


Sosok sepada motor ini mengingatkan kita pada pebalap MotoGP, Casey Stoner, asal Australia. Betul! Adhen Pangestu dari bengkel Adhen Modified (AM) kepincut berat sama mantan juara dunia 2007 tersebut, sampai-sampai Yamaha Scorpio buatan 2005 yang dia miliki dirombak menyerupai Ducati.

Modifikasinya terkesan sangat ekstrem dan mahal. Padahal, banyak jurus tipu-tipu sehingga dana yang dikucurkan tidak semewah bentuknya.

Seperti kaki-kaki yang lebih kekar, bagian itu pasti dikira pakai limbah moge. Padahal, tidak benar. Ia justru masih tetap memakai standarnya. "Depan masih pakai sokbreker asli, hanya dikasih kondom menggunakan pipa," ulas Adhen. Dengan trik ini, ukuran tabung peredam kejut jadi sesuai dengan dimensi bodi.

Kebetulan, velg menggunakan ukuran 3 inci. Oleh karena itu, dimensi jadi lebih pas. Begitu juga kaki belakang, dengan bodi yang sudah besar seperti ini, area itu dipastikan masih menggunakan monoshock asli. Hmm, apa enggak ambles?

Sementara itu, lengan ayunnya sekarang terlihat lebih besar layaknya punya moge. Ternyata, bagian itu masih asli. Menurut Adhen, lengan ayun hanya dibentuk ulang dengan penambahan pelat besi menjadi seperti apa yang digunakan pada Ducati.

Dari kaki-kaki lantas beralih ke bodi. Kejelian Adhen menjiplak terbukti piawai. Tengok desain buntut yang "copy paste" dengan Desmosedici GP9. Semua itu terbuat dari bahan fiberglass. Karena dipakai buat harian, maka bagian seperti lampu utama tetap dipertahankan. Hanya, posisinya rada ngumpet di bagian bodi depan.

Tipuan lain dari modifikasi ini ada pada knalpot undertail yang pas banget sama desain bodi. Lantas, ke mana knalpot aslinya? Posisinya berada di bawah, dekat fairing sebelah kanan.

Friday, February 18, 2011

Jupiter Bajak Laut dari Pontianak


Maaf! Jangan salah persepsi dulu dengan judul di atas. Yamaha Jupiter MX 135 LC ini bukan untuk 'merampok'. Raka Mahardika, sang modifikator dari ColourTranz di Pontianak, ini terinspirasi oleh sosok perompak zaman dulu dengan satu mata tertutup. Jadi, melalui bebek dari Yamaha ini ia coba mewujudkannya dengan desain lampu utama yang beda.

Cuma itu saja kelebihan modifikasinya. Tidaklah. Tapi kita kembali ke soal lampu dulu. Menurut Raka, lampu kiri dipakai dari Yamaha X1R dan yang kanan dari variasi mobil dengan tugas sebagai penerang sedang dan jauh. Untuk jarak dekat diembang yang kiri.

Untuk bodi, juga ada perubahan yang dibuat dari bahan fiber. Seperti sisi samping sampai ke belakang dengan konsep sporty. Makanya, lanjut Raka, rancangannya agak meruncing dan nungging.

Keunikan lain tampak pada bagian jok. Raka menamakannya jok single-double. Dari sudut pandangan mata tampak seperti dua, "Padahal masih satu kesatuan lantaran untuk membuka sama seperti standarnya, keduanya ikut terangkat ketika diangkat."

Langkah customizing juga dilakukan di kaki-kaki. Malah sudah masuk kategori ekstrem. Seperti suspensi depan, sok variasi yang dibeli pemilik kepanjangan lantas disesuaikan. Begitu juga belakang, "Begitu lengan ayun selesai dan dipasang, motor terlalu nungging," kenang Raka.

Karena sudah tidak mungkin mengubah lengan ayun, jadinya monosok standar MX jadi korban dengan dipendekkan dengan memotong sekitar 3 cm. Karena bagian belakang yang runcing, lampu belakangnya diambil dari Honda CS-1, yang juga diambil visornya untuk dipakai pada MX

Wednesday, February 16, 2011

Bebek Matik CVT Yamaha Diluncurkan pada IIMS 2010


Setelah bocoran informasi bahwa produk sport terbaru Byson akan diluncurkan pada April tahun depan oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia atau YMKI, hal itu segera diikuti oleh bebek matik atau betik pada akhir Juli tahun depan. Di Vietnam, bebek tersebut baru diperkenalkan ke dealer.

Sebenarnya, Yamaha sudah pernah memperkenalkan bebek matik di Indonesia yaitu, Nouvo. Namun versi terbaru memiliki konstruksi yang sangat berbeda. CVT disatukan dengan mesin. Adapun versi Nouve mirip yang digunakan pada skutik.

"Ya itu (betik). Rencananya di IIMS (Indonesia International Motor Show) tahun depan," ujar sumber YMKI di Banyuwangi, Rabu (2/12).

IIMS 2009 akan berlangsung dari 23 Juli hingga 1 Agustus 2010 di Jakarta International Expo (JiExpo) yang menggabungkan produsen mobil dan motor.

Yamaha Punya 6 Amunisi Baru


Yamaha bertekad mengambil alih pimpinan pasar motor nasional 2010 dan indikasinya sudah diperlihatkan pada Januari lalu. Memang, tak ada pernyataan resmi dari PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Namun, ambisi itu tersirat dari amunisi yang dipersiapkan untuk dipasarkan hingga akhir tahun. "Kami masih punya enam produk baru. Adalah modelnya dan kapan peluncurannya yang kami tak bisa utarakan," papar Dyon di Hotel Indonesia Kempinski, Senin (22/2/2010).

Di antara keenam produk tersebut, dari pengamatan Kompas.com, tiga di antaranya Mio Z 125 cc, Byson, dan Lexam. Terkait hal ini, Presiden Komisaris Yamaha Indonesia Group Yoshiteru Takahashi menjelaskan, rencananya produk sport andalan di kelas 150 cc, Byson, akan diluncurkan sekitar Mei atau Juni mendatang. "Sementara itu, Lexam akan dilepas ke pasar pada Oktober," ujar Takahashi.

Ketika diinformasikan bahwa rival mereka, Honda (berdasarkan informasi yang Kompas.com dapati), akan lebih dulu memperkenalkan varian baru bebek otomatis Juni 2010, Takahashi mengaku tak gentar. "Kami tak takut meski Honda meluncurkan duluan. Yang penting, kualitas produk yang ditawarkan," tukas Takahashi.

Honda pada pekan lalu baru melepas resmi produk bebek matik (betik) bernama Wave di Thailand. Betik ini dibekali teknologi injeksi. Sementara itu, Yamaha terlebih dulu melepas Lexam di Vietnam pada kuartal terakhir tahun lalu.

Lebih lanjut, Takahashi mengungkapkan bahwa tahun ini pasar akan didominasi empat jenis model. Pertama, segmen bebek low yang diisi oleh berbagai produk seperti Vega ZR, Blade, dan Revo. Kedua, segmen skutik yang hingga kini masih didominasi oleh Mio dan merek lain, yaitu Honda BeAT, Vario, dan Suzuki Skywave. Ketiga, segmen sport dengan mesin 150 cc, seperti Vixion dan Mega Pro. Terakhir, akan ada segmen baru, yakni bebek matik, yang akan diluncurkan pada tahun ini," ucap Takahashi.

Tuesday, February 15, 2011

Kesan Pertama Mengendarai Honda Scoopy


PT Astra Honda Motor (AHM), kemarin sore (3/6/2010), memberikan kesempatan secara terbatas kepada beberapa media otomotif online, termasuk KOMPAS.com, untuk menjajal skutik terbarunya, Scoopy, yang tampil bergaya retro. Untuk ini, Honda menyediakan tiga unit Scoopy sesuai dengan warna yang dipasarkan dan sudah dicoba sampai 170 km.

Tes dilakukan di trek pendek pabrik sepeda motor Honda di Karawang dengan hanya satu jenis permukaan. Kendati demikian, itu cukup untuk mengetahui beberapa karakteristik dan performa skutik ini.

Cukup menarik, beberapa rekan wartawan yang kebetulan memiliki BeAT bisa menambahkan informasi karena langsung membandingkannya.

Posisi Mengendara
Pertama, untuk menghidupkan mesin sangat mudah. Tarik tuas rem kiri dan tekan tombol starter. "Jreeeng...", mesin pun hidup. Suaranya halus. Begitu juga getarannya. KOMPAS.com coba memerhatikan dengan saksama, apakah getaran sampai ke kaca spion yang berdesain bulat. Ternyata, masih ada, namun sangat kecil.

Setelah itu, coba duduk di sadel dengan kondisi siap jalan. Posisi tangan mencapai atau memegang setang, grip gas dan tuas rem, cukup nyaman. Bahkan lebih baik dibandingkan dengan posisi tangan ketika mengendarai sepeda motor bebek.

Setelah grip gas ditarik diputar, skutik ini bergerak dengan mulus menyusuri trek dengan panjang sekitar 300 meter. Tahap pertama, Scoopy digenjot secara bertahap sampai kecepatan 60 km/jam, terasa mantap!

Lantas dicoba diajak menikung dan ber-zig-zag di sela-sela kun (kerucut). Kesimpulan, Scoopy mudah dikendalikan. Bahkan sempat kedua tangan dilepas dari setang. Skutik ini tetap mengarah ke depan dengan stabil di permukaan jalan tempat tes yang kurang rata atau agak bergelombang.

Lebih Responsif
Setelah beberapa kali mengitari trek, beberapa rekan wartawan mengatakan kepada staf Honda, mesin yang digunakan Scoopy lebih baik dibandingkan BeAT. Lebih bertenaga! Padahal, mesin dan karburator yang digunakan ukurannya sama. Hanya, ukuran spuyer yang diset lagi. Untuk performa mesin, kesimpulannya oke!

KOMPAS.com juga mengamat akselerasi skutik ini dari 0-70 km/jam. Pada tahap awal atau start sedikit agak lambat. Begitu mencapai kecepatan 20 km/jam, skutik tambah agresif dengan grip gas terus ditarik. Sayang, kemampuan sprint ini tidak sempat diukur. Namun, yang pasti, untuk mesin 110 cc, kemampuan skutik modis ini sangat memadai.

Alat Kontrol
Alat-alat kontrol mudah dioperasikan. Posisi tangan pengendara baik. Kenyamanan oke saat melaju pada 40-50 km/jam di permukaan jalan yang tidak terlalu mulus. Posisi kaki pengendara baik dan tidak terlalu menyentuh ke tameng depan. Rem juga mantap kendati belum dilengkapi seperti Vario Techno CBS.

Pergerakan jarum speedometer mudah dilihat. Honda juga melengkapi skutik dengan penahan tuas rem kiri dan sangat membantu bila berhenti di tanjakan tanpa tangan terus menarik tuas skutik ini agar berhenti.

Yang sedikit agak merepotkan adalah tuas atau engkol kaki untuk menghidupkan mesin. Tuas kecil kurang lancar, ukurannya agak pendek serta agak di belakang. Seperti BeAT, dengan posisi seperti itu, grip gas berada di kanan depan, pada kondisi tertentu agak merepotkan untuk menghidupkan mesin. Misalnya, ketika baterai lemah, sementara untuk menghidupkan mesin harus dipancing dulu dengan memutar grip gas.

Honda Scoopy bagi Penyuka Skuter


Penyuka skuter yang merindukan skuter dengan desain serba bulat mirip Vespa di masa lalu kini bisa melepaskan rasa rindunya. PT Honda Astra Motor pada tanggal 20 Mei lalu meluncurkan Honda Scoopy, skuter otomatik (skutik) dengan desain retro-modern. Dengan kata lain, Honda Scoopy merupakan interpretasi modern dari desain skuter serba bulat di masa lalu.

Dengan harga jual Honda Scoopy Rp 13,5 juta on the road DKI Jakarta, penyuka skuter dengan desain serba bulat tidak perlu menyediakan dana yang besar untuk memilikinya. Tampilan serba bulat terlihat hampir di seluruh desain skutik baru ini, mulai dari garis bodi, desain lampu depan, lampu sein, hingga sepasang kaca spionnya. Bedanya dengan skuter di masa lalu, skuter retro-modern ini tidak dilengkapi dengan ban serep. Sisi samping Scoopy tampil dengan striping simple, emblem bergaya, dan tampilan belakang yang serba membulat.

Honda Scoopy mengandalkan mesin berkapasitas 110 cc dan dipasarkan dengan tiga pilihan warna, yakni classic white, retro pink, dan vintage violet. Untuk meningkatkan daya tarik, Honda Scoopy menggunakan velg racing, spion, dan pelindung knalpot yang tematis berwarna putih yang tampil serasi dengan dengan kombinasi warna bodinya.

Seperti skutik Honda yang lain, Scoopy juga dilengkapi dengan kunci pengaman bermagnet otomatis (auto secure keys shutter), tuas pengunci rem (brake lock), dan standar samping otomatis (side stand switch), dan choke otomatis.

Honda Skutik akan memasuki pasar skutik yang saat ini ditempati oleh Honda Vario, Honda Beat, Yamaha Mio, dan Suzuki Spin dengan berbagai variannya.