Wednesday, March 30, 2011
Volkswagen Touareg Hybrid Feature
The Volkswagen Touareg Hybrid powerplant marries an Audi-built, supercharged 3-liter V6 and an eight-speed automatic with a disc-shaped electric motor mounted internally. Electric energy is stored in 155 pounds worth of nickel metal hydride battery pack stored under the rear cargo floor.
The 2011 VW Touareg Hybrid is a full hybrid, capable of traveling up to one mile—and at speeds of up to 30 miles per hour—in all-electric drive mode. Total output will be a 380 horsepower and a maximum 428 pound-feet of torque. The Touareg’s Hybrid setup also features a coasting capability that disengages the engine from the transmission when the driver releases the gas pedal when traveling at high speeds.
Klaus Bischoff’s VW design team has tweaked and toned the original 2003 Touareg. They’ve extended the wheelbase, won a bit of legroom in the back, and have honed the lines and bodywork with a sleek, athletic look. The only bits of bling are the ridiculous LED daytime running lights, but fortunately you can’t see those when you’re driving.
The console also holds a dial with on- and off-road settings. The Touareg Hybrid comes standard with four-wheel drive, a completely automatic system that defaults to a 40 percent front-60 percent rear torque split. But switching it to off-road mode merely adjusts the traction control and drivetrain programs; the Touareg Hybrid's conventional suspension sits at a fixed height.
Going over rough country roads, the car felt very capable, absorbing big bumps easily without too much cabin rocking. Volkswagen says the Touareg Hybrid has a ground clearance of 7.9 inches and can ford water to a depth of 19.7 inches. Driving through some sections of flooded roads created by recent California storms, the Touareg Hybrid plowed through, sending water spraying off to the sides.
Tuesday, March 29, 2011
Inilah Sepeda Motor Listrik Asal Italia
(foto: Autoevolution.com)
ITALIA- Sepeda motor listrik selama ini kurang disukai karena memiliki model yang sangat sederhana dan kurang bergaya.
Tapi hal itu nampaknya akan berubah, karena seorang perancang sepeda motor asal Italia, telah berhasil menunjukkan sesuatu yang berbeda dengan proyek motor listriknya yang bernama Kobra.
Seperti dilansir dari Autoevolution, Sabtu (27/11), konsep sepeda motor listrik yang dirancang oleh Cristiano Giuggioli dari MotoCzysz, ini bukan hanya sebuah sepeda motor tanpa emisi biasa, tetapi juga diklaim mampu memenuhi kebutuhan setiap pengendara.
Kobra Electric ini dilengkapi fitur ergonomic form. Fitur ini berfungsi untuk menyesuaikan peranti suspensi dengan postur tubuh pengendaranya, baik berat maupun tinggi badan.
Hal ini yang menjadikan Kobra sebagai sepeda motor listrik serbaguna yang mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan pengendara sepeda motor yaitu turing, sport, dan untuk pendukung kegiatan para komuter dengan kenyamanan yang diberikan.
Motor ini dikalim tidak hanya menawarkan kenyamanan berkendara saja, tetapi juga keamanan. Karena Kobra telah menggunakan menggunakan ESA II pada suspensinya, yang bekerja secara elektrik dan bisa diatur sesuai dengan kebutuhan
Sumber tenaga motor ini berasal dari mesin listrik dengan teknologi robotik Kinetic Energy Regenerative System (KERS).
Teknologi ini mirip dengan teknologi KERS pada mobil F1. Ketika motor direm energi listrik yang telah digunakan oleh motor akan didaur ulang dan diisikan ke baterai. Energi daur ulang itu digunakan lagi ketika pengendara tancap gas.
Hal itulah yang menjadikan Kobra menjadi motor yang memiliki energi yang tak akan habis.
Kendaraan listrik multiguna roda dua ini secara khusus telah dirancang oleh Guggioli awal tahun untuk MotoCzysz. Sebelumnya perusahaan tersebut terkenal dengan produknya yang bernama E1pc.
Moto Guzzi V7 Racer Tampilan Klasik Dijual Terbatas
(foto: autoevolution)
ITALIA– Setelah memperkenalkan konsep terbaru Moto Guzzi V7 Racer di ajang pamer sepeda motor, Esposizione Internazionale Ciclo e Motociclo e Accessor (EICMA), Milan, Italia 2009, membuat permintaan V7 Racer semakin meningkat.
Walau permintaan meningkat, namun Moto Guzzi tetap akan memproduksi V7 Racer dalam jumlah yang terbatas. Namun tidak disebutkan secara pasti berapa unti yang akan dibuat.
Tampilan V7 Racer akan sedikit dirubah seperti V7 klasik, hal tersebut agar V7 Racer lebih terlihat motor balap tahun 1960-an.
Dapur mesin V7 Racer menggunakan mesin V-Twin 744 cc dengan sistem fuel-injected yang menghasilkan tenaga sebesar 49 hp pada 6800 rpm dan torsi 40 ft-1b pada kecepatan maksimal 3600.
Untuk model V7 Racer dengan tampilan V7 Klasik, motor tersebut terlihat cukup cepat saat di jalanan.
Pada bagian V7 Racer menambahkan unsur warna merah pada bagian Framenya yang terinpirasi model V7 Sport. Selain Frame, juga di pasangkan pada bagian swim arm dan tromol.
Selain tambahan merah, unsur krom pun di tampilkan agar lebih terlihat eksluif dan mewah, selain itu menggunakan logam yang memiliki teknologi yang inovatif.
Untuk pemesanan khususnya di Amerika, Moto Guzzi akan memproduksi V7 Racer edisi terbatas dengan harga USD9.790 atau sekitar Rp86 juta.
Monday, March 28, 2011
Dominasi Skutik Retro di Bangkok Motor Show 2011
Karena itu jangan heran, panitia Indonesia International Motor Show (IIMS), yang melongok pameran ini, yaitu Johnny Darmawan dan Dhani Budiarto, berbangga dengan event yang diselenggarakan. Johnny menilai IIMS lebih besar dan pesertanya lebih banyak. Kendati demikian, untuk gedung dan fasilitasnya - berada di kota satelit Bangkok - lebih wah dibandingkan dengan JCC atau pun JiExpo Kemayoran!
Pada BIMS peserta pameran bukan hanya produsen mobil, juga sepeda motor. Seperti Indonesia, untuk sepeda motor yang memegang peran utama adalah produsen Jepang, yaitu Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Dari Eropa ada Piaggio (produsen Vespa), dari Taiwan (SYM) dan juga produsen Thailand sendiri yang mulai gencar memamerkan sepeda motor atau skuter listrik.
Modifikasi Produsen sepeda motor yang menampilan booth dengan desain spektakuler adalah Honda. Kendati demikian tidak sepeda motor konsep “world premiere” ditampilkan. Kalau pun ada yang menarik adalah skuter yang disebut Mid Concept yang diperkenalkan di EICNA, Milan, awal November lalu.
Selebihnya, adalah Scoopy hasil modifikasi khas Thailand. Tampil meriah dengan gaya fashion, bodi warna-warna dan berbagai seni kreatif dengan permainan airbrush.
Hal yang sama juga dilakukan juga oleh Yamaha, menampilkan skutik retro, Fino yang telah dimodifikasi dengan gaya Thailand. Suzuki juga melakukan hal yang sama melalui skutik retro Jelato. Sedakang Kawasaki menggunakan model sport Ninja!
Produk lain adalah Piaggio dari Italia yang menampilkan cukup banyak produk serta Sym dari Taiwan. Bahkan juga ada sepeda motor listrik Thailand yang dibuat oleh Uda Motor. Sayang, informasi yang diberikan berbahasa dan tulisan Thailand. Alhasil, informasi pun tidak maksimal!
Friday, March 25, 2011
The new Ferrrari FF Review
The new Ferrrari FF Review happens to be in your future acquisitions list, then you should try the configurator Ferrari has just placed online for it. However, we should warn you, no matter what color you choose, the car won’t look any better.
The FF has an odd hatchback-shape, designed by Pininfarina.Ferrari’s patented four-wheel-drive weighs 50% less than a conventional four-wheel-drive system, maintaining a rear-biased 47:53 weight distribution. Inside, the rear seats fold down to make more luggage room. It can accommodate four people.
The FF's calling card is a new 6,262-cc, 65-degree V12, with direct gasoline injection, fully variable valve timing, graphite-coated pistons and 12.3:1 compression. The engine generates a peak of 651 hp on 93 octane, precisely at its 8,000-rpm redline, with 504 lb-ft of torque at 6,000 rpm. That's about 103 hp for each of the six-plus normally aspirated liters of displacement. Yet Ferrari claims that, thanks to direct injection, friction reduction and low-drag accessories, its new V12 reduces specific fuel consumption nearly 25 percent compared with the old one. These are good times.
The transmission is an update of Ferrari's F1DCT dual-clutch automanual with seven speeds. The FF will be offered in North America with an economizing HELE option, which adds low-e, brushless fan motors, an economy-oriented transmission-control mode, a more efficient air-conditioning compressor and a start-stop feature. Ferrari says it can improve fuel mileage by 2 percent to 3 percent.
Ferrari has always been popular in the GCC, especially in the UAE and Saudi Arabia. Expect to see the 2012 Ferrari FF on the streets of Dubai and Abu Dhabi, or more likely doing rounds in Jumeirah, although it likely won’t sell as much as Ferrari thinks it will sell.
Thursday, March 24, 2011
Motor sport nol emisi
(foto: a
ITALIA- Industri otomotif mobil yang semakin meningkatkan teknologinya pada dapur mesin, namun motorpun semakin marak mengikuti tren, yaitu dengan menggunakan tenaga listirk yang rendah emisi.
Kali ini industri motor Italia meluncurkan sepeda motor sport dengan kekuatan listrik yang cocok dengan jalanan di perkotaan.
Motor Agility Saietta. Konon Saietta merupakan ejaan fonetik dalam dialek Apennine Italia, dalam bahasa Inggris berarti "thunderbolt" atau halilintar. Selain desain yang menarik motor ini nol emisi.
Agility Global Menjelaskan, "Dirancang di jantung salah satu kota terhebat di dunia. Maka, Saietta adalah sepeda motor perkotaan untuk masa depan.” Seperti dikutip Okezone dari Autoevolution, Sabtu (5/2/2011).
Saietta Agility akan segera di produksi pada bulan April 2011 yang khusus dirancang untuk setiap jalanan di dalam perkotaan. Selain itu, dengan menggunakan motor listrik dengan kekuatan 53.63 h, Saietta Agility sangatlah hemat.
Untuk pilihan motor, pelanggan dapat memilih dua varian, Saietta S dan Saietta R, dengan kisaran 50 dan 100 mil tergantung pada kekuatan mesin, dengan jarak waktu 0-60 sampai sub 5 dan sub 4 detik.
“Diproduksi dengan standar tertinggi serta desain yang canggih, kinerja sepeda motor Saietta sangat maksimal, dan Saietta merupakan salah satu motor yang menarik, menggembirakan, menyenangkan namun dapat diakses di dunia," tambahnya..
Sementara harga yang dijual untuk Saietta S seharga 16.090 USD atau sekitar Rp 140 Juta, sementara Saietta R dengan harga 22.540 USD atau sekitar Rp 202 Juta.
Akan Hadir Motor ala Ksatria Baja Hitam
Neos (Foto:Ist)
ITALIA - Mungkin Anda masih ingat film Ksatria Baja Hitam yang populer di awal tahun 90-an, di mana salah satu motor andalan jagoan tersebut memiliki atap yang dapat terbuka dan ditutup secara otomatis.
Seperti itulah gambaran proyek terbaru garapan Daniel Munnick. Dia merancang sepeda motor dengan tiga roda, yakni dua roda di depan dan satu di belakang, yang dinamakan Neos.
Bedanya dengan motor Ksatria Baja Hitam, Neos memiliki atap berbahan polikarbonat yang dapat dilepas dan dipasang secara manual, sesuai kebutuhan pengendara. Asyiknya lagi, Neos memiliki sebuah sespan dibagian sampingnya untuk penumpang tambahan. Namun bila terasa mengganggu, sespan tersebut juga bisa dilepas dengan mudah.
"Motor ini ideal untuk digunakan ke kantor atau perjalanan di akhir pekan. Saat melintasi jalan berkelok-kelok, Neos tetap fleksibel dengan sespan yang mudah dilepas. Menggunakan 3-phase motor induksi AC terbaru dan baterai lithium, Neos hadir sebagai motor yang ekonomis dan hijau, " tulis Yanko Design yang dikutip Autoevolution, Kamis (23/12/2010).
Guna melengkapi unsur keselamatan, Munnick mengadopsi fitur berteknologi tinggi. Seperti penggunaan airbag, di motor maupun sespan, sistem pengereman dengan ABS, dan kontrol traksi.
Sementara di dalam kendaraan, terdapat GPS, layar sentuh, kamera samping, dan pendeteksi kendaraan samping. Selain itu juga ada fitur radio dan MP3 serta kontrol joystik.
Neos memiliki desain futuristik dan menggunakan bodi dari bahan serat karbon yang ringan, namun sangat kuat. Untuk sumber tenaga, Neos dilengkapi motor AC terbaru induksi 3-fase dan baterai lithium.
Dengan menggunakan motor tersebut, Neos bisa menempuh jarak hingga 260 km dengan kondisi baterai penuh. (uk
Subscribe to:
Posts (Atom)

